Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera

Posted on
Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera || Sebelum membahas mengenai Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu Monera. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa sistem 5 kingdom membagi organisme secara garis besar kedalam 2 kelompok sel, yaitu prokariotik dan eukariotik. Nah semua yang termasuk organisme prokariota dikelompokkan ke dalam satu kingdom yaitu Kingdom Monera. 
Struktur, Bentuk, dan Ukuran Monera
Salah satu organisme prokariotik yaitu bakteri. Bakteri dengan ukuran yang kecil (sekitar 0,7 – 1,3mikron), sudah pasti luput dari perhatian kita, namun ia terdapat hampir di seluruh bagian bumi. Saat kita beraktifikas di dalam rumah maupun di luar rumah, tentu ada bakteri yang jumlahnya bisa sangat banyak namun tak terlihat oleh mata telanjang. Ia hidup di darat, air, dan udara. Bahkan bakteri ada yang hidup di mata air panas yang dapat membakar kulit kita. 
Bakteri memiliki bentuk sel yang bervariasi, bulat (coccus), batang (bacillus) dan lengkung (vibrio, coma atau spiral). Umumnya sel bakteri yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 0,7 – 1,3 mikron. Sedangkan sel bakteri berbentuk batang lebarnya sekitas 0,2 – 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 – 3,7 mikron. Keberagaman bentuk virus inipun menjadi salah satu dasar penggolongan jenis-jenis virus itu sendiri.
Diantara bentuk-bentuk virus yaitu;
1. Kokus (bulat), terdiri dari:
  • Streptokokus, misalnya Streptococcus pyrogenes, S.thermophillus, S.lactis.
  • Stafilokokus, misalnya Staphylococcus aureus.
  • Diplokokus, misalnya Diplococcus pnemoniae

2. Basil (batang),  terdiri dari:
  • Basilus, misalnya Eschericcia coli, Salmonella thypi, Lactobacillus.
  • Streptobasil, misalnya Azotobacter, Bacillus anthracis.

3. Vibrio (koma),  terdiri dari:
  • Vibrio, misalnya Vibrio cholerae.

4. Spirillum (spiral),  terdiri dari:
  • Spirillum, misalnya Treponema pallidum.
Bentuk-Bentuk Monera
Bentuk-bentuk Monera: (a)Kokus, (b)Basil, (c)Vibrio, (d)Spiral 

Bagian tubuh bakteri pada umumnya dapat dibagi atas 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat membran sel, mesosom, lisosom, DNA, endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, pilus. Di antara bagian-bagian tersebut ada yang selalu didapatkan pada sel bakteri, yaitu membran sel, ribosom dan DNA. Bagian-bagian ini disebut sebagai invarian. Sedangkan bagian-bagian yang tidak selalu ada pada setiap sel bakteri, misalnya dinding sel, flagel, pilus, dan kapsul. Bagian-bagian ini disebut varian.

Struktur Sel Monera 

Susunan bagian-bagian utama sel bakteri, adalah sebagai berikut 

1. Membran Sel

Membran sel berbentuk selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya. Membran sel terletak di sebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Membran sel merupakan bagian yang sangat vital yang merupakan batas antara bagian dalam dengan bagian lingkungannya. Jika membran sel pecah atau rusak maka sel bakteri akan mati. 
Membran sel pada bakteri terdiri dari dua lapisan molekul fosfolipid. Pada lapisan fosfolipid ini terdapat senyawa protein dan karbohidrat yang memiliki kadar yang berbeda pada tiap-tiap sel bakteri.

2. Ribosom 

Ribosom adalah bagian sel yang berfungsi sebagi tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butiran kecil yang tidak diselubungi oleh membran. Riboson sendiri tersusun dari protein dan RNA .

3. DNA 

DNA merupakan materi genetik yang letaknya terdapat pada sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). Fungsinya yaitu sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan sebagai pembawa sifat. DNA bakteri terdapat bagian yang menyerupai inti yang disebut dengan nukleoid. Bagian ini tidak memiliki membran sebagaimana yang ada pada ini sel eukariotik.

4. Dinding Sel 

Dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri dibedakan atas bakteri gram-positif dan bakteri gramnegatif. Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri grampositif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram-negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif.
Dinding sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

5. Flagel 

Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri, meskipun tidak semua gerakan pada bakteri disebabkan oleh flagel. Flagel berpangkal pada protoplas. Flagel terdiri dari senyawa protein (flagelin) dan sedikit karbohidrat. Pada beberapa bakteri juga ada yang mengandung lipid. Jumlah dan letak flagel pada setiap bakteri bermacam-macam tergantung jenis bakteri itu sendiri. Jumlahnya bisa satu, dua, atau lebih, dan letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak flagel dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

6. Pilus 

Pada permukaan sel bakteri gram-negatif seringkali terdapat banyak bagian yang menyerupai benang-benang pendek yang disebut pilus atau fimbria (jamak dari pilus). Pilus ini merupakan alat lekat dari sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya makanan sel bakteri.

7. Kapsul 

Kapsul merupakan lapisan seperti lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul terdiri dari senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Fungsi kapsul pada bakteri adalah untuk perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada bakteri pathogen.

8. Endospora

Beberapa bakteri ada yang membentuk endospora. Pembentukan endospora ini merupakan cara bakteri untuk mengatasi keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti: panas, dingin, kering, tekanan osmosis dan zatkimia tertentu. Jika kondisi lingkungan membaik maka endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri. Endospora bakteri tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi sebagai alat perlindungan diri. 
Nah sekarang kalian sudah tahukan apa itu monera? dan bagaimana struktur monera tersebut.. 
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *