Sistem Reproduksi Pada Monera

Posted on
Sistem Reproduksi Pada Monera || Semua prokariota dalam klasifikasi yang telah baku yaitu klasifikasi lima kingdom, termasuk kedalam satu kingdom yaitu kingdom monera. Kingdom monera memiliki ciri-ciri semua organismenya tidak memiliki membran atau selubung inti. 
Keberadaan organisme prokariot sangatlah banyak di muka bumi ini. Namun tahukah kalian bagaimana cara reproduksi organisme ini? Mari langsung saja kita bahas bagaimana sistem reproduksi pada monera.

1. Reproduksi Aseksual 

Kebanyakan bakteri berkembangbiak dengan cara pembelahan biner, itu artinya perkembangbiakan terjadi dengan cara pembelahan secara langsung, dari satu sel membelah menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya masing-masing sel anakan akan membelah menjadi dua sel anakan.
Pembelahan biner diawali dengan proses replikasi DNA atau penggandaan rantai DNA menjadi dua kopi DNA yang identik. Replikasi DNA ini diikuti dengan membelahnya sitoplasma yang akhirnya membentuk dinding pemisah diantara kedua sel anakan tersebut.
Sistem Reproduksi Pada Monera

2. Reproduksi Seksual 

Selain dengan cara pembelahan biner, bakteri juga melakukan reproduksi dengan cara seksual. Berbeda dengan organisme eukariota yang proses seksualnya secara meiosis dan fertilisasi yang menggabungkan DNA dari dua individu ke dalam satu zigot, pada prokariota tidak memiliki jenis kelamin sebagaimana yang ada pada eukariota. Meiosis dan fertilisasi tidak terjadi pada prokariota, namun ada proses lain yang akan mengumpulkan DNA bakteri yang datang dari individu-individu yang berbeda. Proses-proses ini  adalah pembelahan transformasi, transduksi, dan konjugasi.
Mari kita bahas satu persatu proses reproduksi secara seksual pada bakteri.

a. Transformasi

Transformasi pada perkembangbiakan bakteri yaitu suatu proses perubahan genotipe sel bakteri dengan cara mengambil DNA asing dari lingkungan sekitarnya. 
Misalnya, pada bakteri Streptococcus Pneumoniae yang tidak berbahaya bagi kehidupan namun dapat bertransformasi menjadi sel-sel penyebab pneumonia. Transformasi ini terjadi ketika sel nonpatogenik hidup mengambil potongan DNA yang kebetulan mengandung alel untuk patogenisitas. Alel asing tersebut kemudian dimasukan kedalam kromosom bakteri yang akan menggantikan alel aslinya. Sel yang ditransformasi ini kemudian akan memiliki satu kromosom yang mengandung DNA, yang berasal dari dua sel yang berbeda. 

b. Transduksi 

Pada proses transduksi, faga membawa gen bakteri dari satu sel inang ke sel inang lainnya. Diakhir siklus litik faga, molekul asam nukleat virus dibungkus di dalam kapsid, dan faga lengkapnya dilepaskan ketika sel inang lisis. Kadangkala sebagian kecil dari DNA sel inang yang terdegradasi menggantikan genom faga. Virus seperti ini cacat karena tidak memiliki materi genetik sendiri. Walaupun demikian, setelah pelepasannya dari inang yang lisis, faga dapat menempel pada bakteri lain dan menginjeksikan bagian DNA bakteri yang didapatkan dari sel pertama. Beberapa DNA ini kemudian dapat menggantikan daerah homolog dari kromosom sel kedua. Kromosom sel ini sekarang memiliki kombinasi DNA yang berasal dari dua sel sehingga rekombinasi genetik telah terjadi. 

c. Konjugasi 

Konjugasi yaitu transfer langsung materi genetik antara dua sel bakteri yang berhubungan sementara. Misalnya pada bakteri E.Coli. transfer DNA yang terjadi pada bakteri E.Coli merupakan transfer satu arah. Satu sel menyumbangkan DNA nya dan bakteri lainnya menerima gen. Donor DNA disebut sebagai “jantan” yang menggunakan alat yang disebut piliseks untuk menempel pada resipien atau penerima DNA  yang kemudan disebut sebagai “betina”. Setelah proses penempelan tersebut, sebuah jembatan sitoplasmik sementara akan terbentuk diantara kedua sel yang menjadi jalan untuk transfer DNA . 
Itulah tadi pembahasan singkat mengenai Sistem Reproduksi Pada Monera. Semoga menjadi tambahan pengetahuan bagi kita. 
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *