Beranda Materi Biologi Pengertian, Tujuan serta Unsur-unsur penting dalam Penelitian Ilmiah

Pengertian, Tujuan serta Unsur-unsur penting dalam Penelitian Ilmiah

18
0
Pengertian, Tujuan serta Unsur-unsur penting dalam Penelitian Ilmiah || Pernahkah kalian melakukan penelitian ilmiah? Mengapa manusia melakukan penelitian? Lalu apa pengertian penelitian itu sendiri dan apa tujuannya? Pernahkah kalian berfikir tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Ya, kata penelitian memang sudah tidak asing lagi terdengar ditengah-tengah kita. Manusia melakukan penelitian dalam berbagai hal. Misalnya saja penelitian mengenai benda-benda langit atau bahkan terhadap tubuh manusia sendiri yang memiliki sistem yang sangat luar biasa. Manusia diciptakan Tuhan memiliki akal sehingga menimbulkan rasa keingintahuan yang besar mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi disekelilingnya.

Rasa keingintahuan inilah yang mendorong manusia melakukan sebuah penelitian. Didukung dengan cara berfikir ilmiah yang ditunjang dengan metode yang tepat, maka akan menghasilkan sebuah kerja ilmiah sehingga akan mendapatkan jawaban serta kesimpulan dari apa yang ditelitinya. Metode inilah yang disebut sebagai metode ilmiah.

Peneltian ilmiah disebut juga sebagai kerja ilmiah yang menggunakan metode ilmiah. Ini berarti dalam prakteknya seorang peneliti haruslah kritis dalam mencari fakta dan berhati-hati dalam melakukan penyelidikan atau penelitian. Suatu penelitian dilakukan dengan cara yang cerdik untuk mendapatkan kesimpulan sebagai jaawaban dari rasa keingintahuan tersebut. Dalam sebuah kerja ilmiah terdapat unsur-unsur penting yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti, diantaranya yaitu : merencanakan penelitian, melaksanakan penelitian, mengomunikasikan hasil penelitian, serta mampu bersikap ilmiah.

A. Merencanakan Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah adalah suatu penelitian yang menggunakan metode ilmiah dengan langkah-langkah yang sistematis serta teratur dan berpikir logis. Seorang peneliti hendaknya melakukan penelitian dengan langkah yang sisematis yang memiliki standar dan baku. Tahap awal dari penelitian ilmiah adalah melakukan perencanaan penelitian yang terdiri dari langkah-langkah berikut

1. Menetapkan bentuk penelitian

Bentuk penelitian bisa dibedakan kedalam beberapa aspek. Diantaranya yaitu aspek tujuan dan aspek metode.
  • Aspek Tujuan

 

Sebuah penelitian yang mengarah pada perluasan ilmu, maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian dasar. Sedangkan jika mengarah pada pemecahan masalah dan untuk mendapatkan manfaat bagi masyarakat, maka disebut penelitian terapan.
  • Aspek Metode

 

Berdasarkan aspek metode, maka bentuk penelitian dibedakan menjadi;
  1. Penelitian Deskriptif. Dalam penelitian ini, dilakukan eksplorasi untuk menggambarkan suatu objek tertentu secara jelas dan sistematis yang bertujuan untuk memprediksi gejala yang berlaku berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.
  2. Penelitian Sejarah. Penelitian sejarah memfokuskan pencarian data dengan cara mewawancara pelaku sejarah yang berkaitan dengan sesuatu yang berkaitan dengan sejarah yang akan diteliti.
  3. Penelitian Survei atau Normatif.  Dalam penelitian survei, peneliti menggunakan variabel dan populasi yang luas yang bertujuan sebagai bentuk awal penelitian, mengembangkan eksplorasi objek, dan melakukan klasifikasi terhadap masalah yang sedang diteliti.
  4. Penelitian Eksperimen. Penelitian eksperimen sering digunakan dalam bidang IPA termasuk biologi dan merupakan inti dari metode penelitian yang ada. Pada penelitian ini para peneliti harus melakukan tiga persyaratan penelitian yaitu mengontrol, memanipulasi, dan mengobservasi. Peneliti juga harus membagi objek penelitian menjadi dua kelompok yaitu objek yang memperoleh perlakuan dan tidak memperoleh perlakuan.

2. Merumuskan Tujuan Penelitian

Setiap peneliti pastilah memiliki tujuan tertentu yang menjadi alasan mengapa seseorang melakukan penelitian. Beberapa tujuan dilakukannya penelitian diantaranya yaitu ;
a. Memperoleh Informasi Baru
Jika sebuah fakta atau teori baru diungkap dari hasil penelitian secara ilmiah dan sistematis oleh seorang peneliti, maka bisa dikatakan bahwa data tersebut merupakan informasi baru dalam bidang keilmuan. Misalnya saja ketika Einstein mengungkapkan teori relativitasnya setelah ia melakukan sebuah penelitian.
b. Mengembangkan dan Menjelaskan Teori yang Sudah Ada
Setiap peneliti haruslah memperhatikan apakah masalah yang akan dipecahkan merupakan sesuatu yang baru atau sesuatu yang telah diungkap oleh peneliti sebelumnya agar tidak terjadi pengulangan kerja atau pembuangan energi yang sia-sia. Maka dari itu haruslah mencari data dan fakta dari berbagai sumber hasil penelitian terdahulu barulah digabungkan dengan hasil penelitian saat ini, kemudian dilakukan pendalaman terhadap permasalahan yang akan dipecahkan.

3. Mengidentifkasi dan Merumuskan Masalah

Pertimbangan untuk menentukan apakah suatu masalah layak untuk dilakukan penelitian pada dasarnya dilakukan dari dua arah yaitu;
a. Pertimbangan dari Arah Masalahnya
Dalam hal ini, pertimbangan dilakukannya penelitian adalah bagaimana masalah tersebut akan memberikan pegaruh pada pengembangan teorinya atau pemecahan masalahnya.
b. Pertimbangan dari Arah Calon Peneliti
Pertimbangan ini dibuat berdasarkan empat hal sebagai berikut ;
  • Biaya yang cukup untuk melakukan penelitian
  • Waktu yang dapat digunakan
  • Bekal kemampuan teoritis
  • Alat dan perlengkapan yang tersedia

4. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan dapan berupa kajian teoritis yang pembahasannya difokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan. Ada beberapa macam sumber informasi yang dapat digunakan peneliti sebagai bahan studi kepustakaan, diantaranya adalah ;
a. Jurnal Penelitian
b. Buku
c. Surat Kabar dan Majalah
d. Internet

5. Menyusun Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara yang  masih bersifat teoritis dan masih perlu diujui kebenarannya secara empiris melalui data yang diperoleh di lapangan. Hipotesis merupakan rangkuman dari kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelaahan kepustkaan dan dianggap sebagai jawaban yang paling mungkin dan paling tinggi kebenarannya.
Ada dua macam hipotesis yaitu ;
  1. Hipotesis Alternatif
  2. Hipotesis Nol

6. Menetapkan variabel

Secara garis besar, variabel terbagi menjadi dua yaitu variable bebas dan variable terikat. Variabel bebas adalah variabel yang memepengaruhi variabel lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

7. Pemilihan Alat untuk Memperoleh Data

Pertimbangan dalam pemilihan alat yang akan digunakan dalam memperoleh data adalah berdasarkan hal-hal berikut;
  • Variabel yang akan diamati
  • Kualitas Alat yaitu taraf reliabilitas dan validitas
  • Besar kecilnya biaya yang digunakan

B. Melaksanakan Penelitian

Setelah semua proses perencanaan penelitian dilakukan, barulah seorang peneliti memasuki tahapan penelitian. Peneliti membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya apakah benar atau tidak. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan bukti empiris yang didapat dari hasil percobaan.
Langkah-langkah yang dilakukan seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian ilmiah adalah ;

1. Taraf Perlakuan

Perlakuan yang dimaksud adalah perlakuan tentang objek yang akan diteliti. Misalnya ketika seorang peneliti melakukan penelitian terhadap reaksi tumbuhan terhadap pupuk urea. Maka pertenyaan mengenai berapa dosis pupuk yang akan diberikan adalah suatu perlakuan terhadap objek penelitian.

2. Pengendalian Faktor Lain

Maksudnya adalah peneliti juga harus memberikan faktor lain terhadap semua kelompok perlakuan yang disebutkan pada no satu di atas.

3. Melakukan Pengulangan

Dalam setiap penelitian, maka harus dilakukan setidaknya pada 5 sampel. Itu artinya perlakuan diulang sebanyak lima kali dalam penelitian tersebut.

4. Pengukuran

Melalui tahapan pengukuran, maka akan dihasilkan data kuantitatif yang akurat. Hasil pengamatan dan pengukuran tersebut selanjutnya disebut sebagai data yang selanjutnya akan dicatat secara runtut dan terpernci.

C. Mengomunikasikan Hasil Penelitian

Termasuk di dalam pekerjaan pengomunikasian hasil penelitian adalah pengolahan data melalui suatu proses analisis data, kemudian melakukan pembahasan dari hasil analisis yang diperoleh dan menyajikannya dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel agar mudah dipahami oleh pembaca dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Setelah itu, tahap berikutnya adalah mempublikasikan  asil penelitian tersebut dalam bentuk jurnal, buku, majalah, atau seminar.

D. Bersikap Ilmiah

Sikap ilmiah  yang dimaksud disini adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula, maka seorang peneliti harus memeiliki sifat-sifat berikut;
  1. Mampu mebedakan fakta dan opini
  2. Berani santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
  3. Mengembangkan keingintahuan 
  4. Kepedulian terhadap lingkungan 
  5. Berpendapat secara ilmiah dan kritis
  6. Berani mengusulkan perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggung jawab terhadap usulannya
  7. Bekerja sama
  8. Jujur terhadap fakta
  9. Tekun 
Itulah unsur-unsur penting yang harus ada dalam penelitian ilmiah. Semoga artikel kali ini membantu teman-teman semua .
Terima Kasih Telah mengunjungi Blog Cah Kutawaringin. Terus Dukung Blog Cah Kutawaringin Dengan Cara Like Fanspage Cah Kutawaringin. Dan Jangan lupa Berkunjung Ke Blog Dundik.xyz untuk melihat Artikel lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here