Beranda Islam Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya

Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya

9
0
Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya. Proses ta’aruf dilakukan untuk meminimalis fenomena negatif salah satunya resiko kepudaran rumah tangga yang berpotensi diri tidak sakinah. Kasus pudarnya rumah tangga kian meluas dan mengancam unit terkecil. Pentingnya ta’aruf agar calon pasangan mengetahui calon dari segi agama, akhlak, wajah serta latar belakang, ta’aruf juga sebagai jembatan yang memperdekat jarak untuk melihat apakah calon tersebut cocok atau tidak, ta’aruf juga dapat mempersempit ruang penyesalan setelah menikah, timbulnya penerimaan dan kesadaran penuh dalam mengarungi bahtera rumah tangga, serta menyederhanakan masalah atau langkah menuju perkawinan yang memang sederhana agar tidak berbelit-belit.

Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya
Proses ta’aruf memungkinkan seseorang untuk menolak ketika ia tidak berkenan dengan calon yang akan dijodohkan karena proses tersebut tidak membuka kontak fisik dalam bentuk apapun sehingga para calon tidak dapat bebas melakukan apa saja. Proses ta’aruf menuntut pasangan untuk tidak mengembangkan rasa cinta sebelum menikah.

Definisi  Ta’aruf

Menurut Wikipedia Definisi Ta’aruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya.Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.
Taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar’i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat.
Menurut Abdullah memberikan pengertian ta’aruf, yaitu: “Ta’aruf sebagai proses mengenal dan penjajakan calon pasangan dengan bantuan dari seseorang atau lembaga yang dapat dipercaya sebagai perantara atau mediator untuk memilihkan pasangan sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebagai proses awal untuk menuju pernikahan” (dalam Filah, 2011).
Ta’aruf berasal dari ta’arrofa yang artinya menjadi tahu, yang asal akarnya ‘a-ro-fa yang berarti mengenal-perkenalan. Mengenai makna dasar ta’aruf diperkuat dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-Hujurah ayat 13: Yang artinya: “Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku lit a’ārafū (supaya kamu saling kenal)… sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi amah mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13).

Alasan Ta’aruf

Alasan orang memilih ta’aruf sebagai proses pencarian dan penjajakan calon pasangan hidupnya adalah karena proses ta’aruf ini sesuai dengan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist, antara lain:
  1. Ta’aruf menjauhkan diri dari perbuatan zina. Secara tegas Rasulullah SAW bersabda: “Telah ditakdirkan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti akan ia lakukan dan tidak bisa dihindari. Adapun mata, maka zinanya adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, sedangkan zinanya lidah adalah berbicara dan zinanya tangan adalah menyentuh dan zinanya kaki adalah melangkah, sedangkan zinanya hati adalah membayangkan dan berangan-angan, adapun yang akan membuktikannya adalah kemaluan, ataupun mendustakannya”.
  2. Meyakinkan individu yang ta’aruf bahwa jodoh mereka sesuai dengan diri mereka sendiri, jika ia adalah laki-laki yang baik, maka jodohnya kelak adalah wanita yang baik, begitupula sebaliknya. Sehingga mereka yang ta’aruf tidak merasa takut lagi dengan siapa pun jodoh mereka kelak.
  3. Proses ta’aruf yang selalu didampingi oleh murobbi dalam setiap pertemuannya merupakan sebuah proses perkenalan pria dan wanita yang sesuai dengan ajaran Islam.
  4. Keutamaan dalam pemilihan pasangan melalui ta’aruf adalah karena dalam proses ini landasan agama seseorang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pasangan. Murobbi dalam proses ta’aruf selain berfungsi menjadi perantara antara pria dan wanita yang ingin menikah, juga berperan menjadi informan tentang bagaimana agama individu yang ta’aruf tersebut. Agama disini maksudnya menggambarkan bagaimana tingkat pemahaman individu tentang Islam dan aplikasi individu tersebut dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupannya sehari-hari.

Model-Model Ta’aruf

  1. Otoritas Pembina Pembina disini adalah guru ngaji atau ustadz. Proses ta’aruf pada model ini berjalan sangat ketat. Interaksi antara kedua pasangan yang akan ta’aruf mendapat pengawasan intensif. Pertemuan-pertemuan harus dengan sepengetahuan pembina.
  2. Rekomendasi Teman. Pada model ta’aruf ini calon pendamping direkomendasikan oleh teman. Jika orang tersebut setuju, maka proses dilanjutkan dengan memberitahukan kepada pembina. Apabila pembina setuju, maka proses dilanjutkan dengan mempertemukan kedua pasangan tersebut dengan didampingi pembinaan atau teman yang merekomendasikan tersebut.
  3. Pilihan Pribadi Model ini tidak jauh berbeda dengan model kedua yaitu rekomenda si teman. Dalam hal ini orang yang akan ta’aruf sudah pernah melihat calon yang akan berproses dalam ta’aruf tersebut. Cara yang ditempuh adalah dengan meminta bantuan pembina atau orang lain.
SUPPORT !!
Dukung Blog Cah Kutawaringin agar selalu update mengenai informasi menarik dan tips & trick dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel yang telah kalian baca,
Jangan Lupa Untuk Follow Halaman Facebook Mas Anggading Untuk mlihat Update terbarunya.Follow Sekarang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here