Sabtu , Juni 23 2018
Home / Pelajaran IPA / Organ Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Organ Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Darah tidak mungkin dapat mengalir dengan sendirinya ke seluruh tubuh. Dibutuhkan mesin pemompa agar darah dapat mengalir di dalam tubuh, organ tersebut adalah jantung. Darah yang terdapat di dalam tubuh akan tetap terus berada di dalam pembuluh-pembuluh darah, yaitu pada pembuluh besar dan pembuluh kecil.

A. Organ Jantung

Jantung terdapat di rongga dada, dilapisi oleh membran pelindung yang disebut perikardium. Dinding jantung terdiri berasal dari jaringan kuncir padat yang membentuk otot jantung dan suatu kerangka fibrosa. Serabut otot jantung beranastomosis secara erat dan bercabang-cabang.

1. Struktur Jantung

Jantung mamalia dan manusia memiliki empat ruangan, yakni ventrikel kiri dan kanan dan atrium kiri dan kanan. Jika dibandingkan dengan dinding ventrikel, dinding atrium bentuknya lebih tipis, dikarenakan ventrikel pada jantung harus bekerja lebih kuat agar dapat memompa darah ke seluruh organ tubuh kita.

Selain itu, dinding ventrikel kiri juga lebih tidak tipis dibanding ventrikel kanan, gara-gara ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah menuju semua tubuh.

Sedang ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru. Atrium kanan dan kiri dipisahkan oleh sekat yang dinamai septum atriorum. Sedang, sekat yang mengantarai ventrikel kanan dan kiri disebut septum interventrakularis.

2. Cara Kerja Jantung

Darah kotor berasal dari tubuh masuk ke atrium kanan, sesudah itu melalui katup yang disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. trikuspid berhubungan bersama terdapatnya tiga daun jaringan yang terdapat di lubang pada ventrikel kanan dan atrium kanan. Kontraksi ventrikel akan menutup katup trikuspid, tetapi mengakses katup pulmoner yang terdapat pada lubang masuk arteri pulmoner.

Darah yang masuk ke dalam arteri pulmoner akan diteruskan ke paru-paru kiri dan kanan, dimana masing-masing dialirkan melalui cabang-cabang arteri sebelah kiri. Arteri-arteri ini bercabang sampai membentuk arteriol

Arteriol-arteriol mengalirkan darah ke pembuluh kapiler di dalam paru-paru. Di situlah darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen. Kemudian, darah diangkut oleh pembuluh darah venul yang mempunyai fungsi sebagai saluran anak yang berasal dari vena pulmoner.

Empat vena pulmoner (dua berasal dari tiap tiap paru-paru) mempunyai darah kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Hal tersebut merupakan bagian sistem sirkulasi yang dikenal sebagai sistem peredaran darah pendek/kecil (pulmoner).

Dari atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid. Disebabkan kontraksi ventrikel katup aortik pada lubang masuk ke aorta akan terbuka dan menyebabkan katup bikuspid menutup. Cabang-cabang yang pertama berasal dari aorta terdapat tepat di dekat katup aortik. Dua lubang menuju ke arteri-arteri koroner kiri dan kanan.

Arteri koroner adalah pembuluh darah yang berikan makan sel-sel jantung. Caranya arteri koroner yang menuju arteriol akan menyalurkan darah ke pembuluh kapiler sehingga bisa menembus dan menyebar ke semua bagian jantung. lalu, darah diangkut oleh venul menuju ke vena koroner yang bermuara ke atrium kanan. Sistem sirkulasi ini kerap disebut sistem koroner.

Disamping itu, aorta berasal dari ventrikel kiri juga bercabang menjadi arteri yang mengedarkan darah kaya oksigen ke semua tubuh (kecuali paru”), sesudah itu darah miskin (kurang) oksigen diangkut berasal dari jaringan tubuh oleh pembuluh vena ke jantung (atrium kanan). Peredaran darah ini kerap dinamai peredaran darah panjang/besar.

3. Tekanan darah Dan Denyut Jantung

Otot jantung memiliki kekuatan untuk berdenyut sendiri secara terus menerus. Sebuah sistem terintegrasi yang berada di dalam jantung mengawali denyutan dan merangsang ruang-ruang pada jantung secara sistematis.

Impuls menyebar ke semua bagian atrium dan ke simpul atrioventrikel. Kemudian, dorongan akan dilanjutkan ke otot ventrikel melalui serabut purkinje. Hal ini berjalan cepat supaya kontraksi ventrikel merasa pada apeks jantung dan menyebar bersama cepat ke arah pangkal arteri besar yang meninggalkan jantung.

Kecepatan denyut jantung di dalam keadaan sehat berbeda-beda, terpengaruh oleh aktivitas, makanan, pekerjaan, keadaan emosi dan juga umur. Kecepatan normal denyut nadi pada pas bayi lebih kurang 140 kali permenit, denyut jantung ini tambah mengalami penurunan bersama pertambahan umur, pada orang dewasa kuantitas denyut jantung lebih kurang 70 sampai 80 per menit.

Biasanya pas seseorang beristirahat jantungnya berdetak lebih kurang 70 kali per menit dan juga memompa darah 70 ml tiap tiap denyut (volume denyutan adalah 70 ml). Jadi kuantitas darah yang dipompa tiap tiap menit ialah 70 × 70 ml atau 4,9 liter. Sewaktu banyak bergerak, seperti olahraga, kecepatan jantung bisa berubah menjadi 140 per menit dan volume denyut lebih berasal dari 140 ml.

Darah bisa mengalir dikarena kekuatan yang disebabkan berasal dari kontraksi ventrikel kiri. Sentakan darah yang berjalan pada tiap tiap kontraksi dipindahkan melalui dinding otot yang elastis berasal dari semua sistem arteri. Kejadian pas jantung berkontraksi atau pada pas darah meninggalkan jantung disebut sistol. tengah disaat jantung mengendur atau sewaktu darah memasuki jantung kerap disebut diastol.

B. Pembuluh Darah

 

Pembuluh darah merupakan jalur bagi darah yang mengalir berasal dari jantung menuju ke jaringan tubuh, dan sebaliknya. Pembuluh darah sanggup dibagi jadi tiga macam, yaitu pembuluh kapiler, pembuluh vena dan pembuluh nadi.

1. Pembuluh Kapiler

Pembuluh kapiler adalah pembuluh darah kecil yang miliki diameter kurang lebih sebesar sel darah merah, yaitu 7,5 μm. Meskipun diameter sebuah kapiler benar-benar kecil, kuantitas kapiler yang timbul berasal dari sebuah arteriol tergolong besar supaya keseluruhan daerah sayatan melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Pada orang dewasa kurang lebih terdapat 90.000 km kapiler.

Dinding kapiler terdiri atas satu lapis sel epitel yang permiabel daripada membran plasma sel. Asam amino, Glukosa, Oksigen, serta berbagai ion dan zat lain yang dibutuhkan secara gampang sanggup berdifusi lewat dinding kapiler ke dalam cairan interstitium mengikuti gradien konsentrasinya. Sebaliknya, limbah nitrogen, karbon dioksida, serta hasil sampingan metabolisme lain sanggup bersama gampang berdifusi ke dalam darah.

2. Pembuluh Vena

Pembuluh vena (pembuluh balik) merupakan pembuluh darah yang mempunyai darah ke arah jantung. Pembuluh balik terdiri atas tiga lapisan, seperti pembuluh arteri. Dari susunan dalam ke arah luar adalah endotel, otot polos dan jaringan elastik, serta jaringan ikat fibrosa.

Pada sepanjang pembuluh vena, terdapat katup-katup yang menahan darah ulang ke jaringan tubuh. Pembuluh vena terdapat lebih ke permukaan terhadap jaringan tubuh daripada pembuluh arteri.

Pada mamalia dan manusia, tak sekedar pembuluh darah vena berasal dari jaringan tubuh yang ulang ke jantung, tersedia pula vena yang sebelum saat ulang ke jantung datang dahulu ke suatu alat tubuh, jikalau darah berasal dari usus sebelum saat ke jantung datang dulu di hati. Peredaran darah seperti ini disebut sistem vena porta.

3. Pembuluh Nadi

Pembuluh nadi (pembuluh arteri) merupakan pembuluh darah yang mempunyai darah berasal dari jantung menuju kapiler. Arteri vertebrata dilapisi endotel dan miliki dinding yang relatif tidak tipis yang memiliki kandungan otot polos dan jaringan ikat elastis. Arteri condong terdapat agak lebih dalam di jaringan badan.

Dinding arteri besar (aorta) yang nampak berasal dari jantung banyak memiliki kandungan jaringan ikat. Kekuatan tiap sistol ventrikel mendorong darah ke dalam arteri dan melebarkannya supaya sanggup menampung darah tersebut. Pada pas diastol, kelenturan dinding bagian pertama arteri selanjutnya menunjang mendorong darah ke bagian arteri yang jadi lebar. Elastisitas arteri yang besar itu mengubah arus darah jadi tenang.

Kontraksi dan Peregangan arteri yang terjadi bergantian bersama benar-benar cepat menuju perifer (7,5 m per detik) yang sanggup dirasakan sebagai denyut nadi. Setelah arteri capai jaringan, arteri dapat bercabang-cabang. Pada tiap cabang rongga saluran jadi makin lama sempit, tetapi kuantitas luas penampang makin lama besar supaya tekanannya menurun dan kecepatan arus darah berkurang.

Perbedaan pembuluh vena bersama pembuluh arteri sanggup diamati terhadap gambar dibawah ini.

Darah

Darah terhadap manusia terdiri dari plasma darah dan anggota sisanya berbentuk anggota yang padat, yaitu butir-butir darah atau sel-sel darah. Plasma darah atau cairan darah merupakan anggota cair dari darah yang merupakan 55 prosen dari anggota darah itu sendiri.

Plasma Darah

Plasma darah, terdiri atas air (skitar 90%), zat-zat yang terlarut, yaitu protein darah, sari-sari makanan (asam amino dan glukosa), hormon, antibodi, enzim dan zat sisa metabolisme, serta gas-gas (nitrogen, karbon dioksida dan oksigen).

Darah dalam tubuh manusia terdiri dari plasma darah dan anggota sisanya berbentuk anggota yang padat, yaitu butir-butir darah atau sel-sel darah. Plasma darah atau cairan darah merupakan anggota cair dari darah yang merupakan 55 prosen dari anggota darah itu sendiri.

Plasma darah terdiri atas air (sekitar 90%), zat-zat yang terlarut, yaitu protein darah, sari-sari makanan (asam amino dan glukosa), hormon, antibodi, enzim dan zat sisa metabolisme. Di dalamnya juga terkandung gas-gas nitrogen, karbon dioksida dan oksigen.

Di didalam plasma darah terdapat pula fibrinogen yang sanggup beralih menjadi benang-benang fibrin, yang berguna untuk menutup luka. Plasma darah yang udah dipisahkan fibrinogennya dinamakan serum.

Cairan darah atau plasma darah mengangkut sari-sari makanan dari usus sesudah itu ke hati, dari hati disebarkan ke seluruh anggota tubuh. Plasma darah mengangkut sisa metabolisme berbentuk karbon dioksida (sebagian diangkut oleh darah merah) lagi dari jaringan ke jantung selanjutnya ke paru-paru.

Sisa metabolisme lain berbentuk zat urea diangkut dari jaringan ke organ pengeluaran, yaitu ginjal. Plasma darah mengangkut hormon dari kelenjar buntu ke anggota tubuh yang membutuhkan. Plasma darah termasuk berguna sebagai penjaga tekanan osmosis cairan tubuh sebab plasma darah punya kandungan garam-garam spesifik serta molekul-molekul protein.

Sel – Sel Darah

Sel-sel darah, terdiri dari sel darah putih (Leukosit), sel darah merah (Eritrosit), dan keping darah (Trombosit).

  • Sel darah merah (Eritrosit) adalah anggota terbesar dari sel darah yaitu sekitar 99 %. Eritrosit berbentuk bikonkaf, yaitu bulat, pipih, tengahnya cekung, sering berada terhadap kondisi bertumpukan.
  • Keping darah (Trombosit) berbentuk kecil, tidak teratur, berkelompok membentuk kepingan-kepingan di didalam darah dan tidak berinti.
  • Sel darah putih (Leukosit) miliki ukuran lebih besar dibanding Eritrosit, tidak berpigmen, dan miliki inti yang bentuknya berfariasi.

1. Eritrosit (Sel Darah Merah)

Sel darah merah berperan sebagai penentu golongan darah seseorang termasuk berguna sebagai pengangkut oksigen. Oksigen diangkut oleh darah dengan langkah diikat oleh hemoglobin. Hemoglobin yang udah mengikat O2 memicu darah berwarna merah dan disebut sebagai oksihemoglobin.

Reaksi pengikatan O2 oleh hemoglobin terjadi di didalam paru-paru, tetapi pelepasan O2 oleh hemoglobin dijalankan di didalam sel di seluruh tubuh.

Eritrosit dibentuk oleh sumsum merah terhadap tulang pipa dan tulang pipih. Saat bayi didalam kandungan, sel darah merah dibentuk oleh limpa dan hati. Sel darah merah yang udah tua (berumur skitar 120 hari) bakal dirombak di hati dan limpa. Di didalam hati, hemoglobin diubah menjadi zat empedu (bilirubin). Zat besi yang dilepaskan oleh hemoglobin digunakan untuk memicu sel darah merah baru.

2. Leukosit (Sel Darah Putih)

Sel darah putih dibentuk di sumsum merah terhadap tulang limpa, pipih serta kelenjar getah bening. Fungsi Leukosit ialah untuk membunuh kuman penyakit didalam tubuh dan membentuk antibodi.

Pada jaringan yang mengalami luka sering timbul nanah. Nanah terdiri atas kuman yang mati, sel darah putih yang rusak, dan sel jaringan yang rusak.

Fagosit sanggup membunuh kuman penyakit dengan cara memakannya. Fagosit sanggup bergerak layaknya Amoeba dan sanggup keluar menembus dinding kapiler darah menuju jaringan sekitarnya.

Sedangkan Limfosit menyerang kuman dengan langkah membentuk antibodi. Antibodi bakal bereaksi dengan kuman membentuk gumpalan. Gumpalan itu sesudah itu bakal “dimakan” oleh fagosit. Limfosit termasuk sanggup menghasilkan antibodi berbentuk antitoksin, yang sanggup menetralkan racun yang dihasilkan oleh kuman.

3. Trombosit (Keping Darah)

Trombosit dibuat didalam sumsum merah. Dalam 1 mm3 darah terdapat 250.000 keping darah, yang merupakan 0,6% dari padatan darah. Keping darah berguna didalam sistem pembekuan darah jikalau terjadi luka. Saat terjadi luka, trombosit mengeluarkan enzim trombokinase yang bakal mengubah protrombin menjadi trombin.

Trombin bakal mengubah protein darah, yaitu fibrinogen, menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin layaknya jaring-jaring yang memerangkap sel darah merah agar darah berhenti mengalir.

About Gusti Dewa Anggading

Terima Kasih, Telah mengunjungi situs cahkutawaringin.id. Semoga artikel yang ada di dalam situs cahkutawaringin.id bermanfaat buat kita semua. Dan jangan lupa untuk mengisi kotak langganan melalu E-Mail untuk mendapatkan update postingan terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *