Beranda Materi Bahasa Indonesia Materi Teks Rekaman Percobaan + Soal Latihan

Materi Teks Rekaman Percobaan + Soal Latihan

7
0

A. Teks Rekaman Percobaan

Teks rekaman percobaan adalah teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh penulis, yang biasanya dipakai untuk melakukan percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Teks rekaman percobaan mirip dengan teks prosedur, yaitu sama-sama ada tujuan dan langkah-langkah. Yang membedakan antara kedua teks tersebut adalah dalam teks prosedur tidak terdapat alat, hasil, dan kesimpulan seperti dalam teks rekaman percobaan.

Teks rekaman percobaan memiliki struktur sebagai berikut: 
  • Tujuan serta alat dan bahan, berisi latar belakang dari percobaan yang akan dilaku­kan. 
  • Langkah-langkah, berisi cara atau metode yang digunakan untuk melakukan perco­baan tersebut. 
  • Hasil, berisi sesuatu yang diperoleh dari percobaan tersebut. 
  • Simpulan, berisi pendapat akhir dari percobaan
B. Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Rekaman Percobaan

1. Struktur Teks Rekaman Percobaan 
Struktur teks merupakan bagian-bagian yang menjadi bangunan teks rekaman percobaan. Struktur dalam rekaman percobaan tersebut terdapat 4 struktur yang disusun sehingga menjadi satu kesatuan. Struktur teks rekaman percobaan hampir sama dengan teks prosedur, hanya saja teks prosedur tidak ada hasil dan simpulan. 
2. Unsur Kebahasaan Teks Rekaman Percobaan 
Ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks rekaman percobaan antara lain:
a. Sinonim dan Antonim 
Sinonim adalah kata–kata yang memiliki bentuk (tulisan atau pelafalan) yang ber­beda, tetapi memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. 
Contoh: Cerdas = Pintar = Pandai 
  • Dani adalah anak yang cerdas. 
  • Riki adalah anak yang pintar. 
  • Shinta adalah anak yang pandai. 
Antonim adalah kata–kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Anto­nim sering sekali disebut dengan lawan kata. 
Contoh: Tinggi = pendek 
  • Bangunan yang baru didirikan itu sangat tinggi. 
  • Bangunan yang beru didirikan itu cukup pendek. 
b. Kalimat Kompleks/Kalimat Majemuk 
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu pola kalimat tunggal atau kalimat simpleks. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 
1) Kalimat Majemuk Setara, yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukanya setara. Contoh: 
Kalimat 1: Guru membacakan soal. 
Kalimat 2: Siswa mengerjakan tugas. 
kalimat majemuk setara: 
Guru membacakan soal dan siswa mengerjakan tugas. 
2) Kalimat Majemuk Bertingkat, yaitu kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki sebagai induk kalimat, sedangkan pola yang lain sebagai anak kalimat. Jenis kalimat majemuk bertingkat, antara lain: 
a) Kalimat Majemuk Hubungan Waktu 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan sebagainya. Contoh:
Sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.
Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor. 
b) Kalimat Majemuk Hubungan Syarat 
Kalimat majemuk ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asal­kan, apabila. 
Contoh: 
Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.
Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun begitu deras­nya. 
c) Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar. 
Contoh: 
Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naikkelas. 
Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki pekerjaan yang lebih layak. 
d) Kalimat Majemuk Hubungan Konsesip/Pertentangan 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun. Contoh: 
Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya di hadap­an ayahnya. 
Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang menghadang. 
e) Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat, seperti, bagai­kan, laksana, sebagaimana, alih-alih. 
Contoh: Daripada berdiam diri dirumah, lebih baik membantu orangtua di sawah. 
f) Kalimat Majemuk Hubungan Penyebaban 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sebab, karena, oleh karena. 
Contoh: 
Saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin melanjutkan kuliah saya. 
Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat teguran dari atasannya. 
g) Kalimat Majemuk Hubungan Akibat 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampai sampai, maka. 
Contoh : 
Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus 
Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan ada mo­tor didepannya. 
h) Kalimat Majemuk Hubungan Cara 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan. 
Contoh: 
Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya yang mena­ngis. 
Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu. 
i) Kalimat Majemuk Hubungan Sangkalan 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seaka akan.
Contoh: 
Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus orang didalamnya. 
Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu ap yang sedang terjadi. 
j) Kalimat Majemuk Hubungan Kenyataan 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal atau sedangkan. 
Contoh: 
Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu gurupun yang datang. 
Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut 
k) Kalimat Majemuk Hubungan Hasil 
Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi makanya. 
Contoh : 
Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah meluap. 
Lantainya sangat licin, makanya kakak terpeleset. 
l) Kaimat majemuk hubungan penjelasan 
Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa atau yaitu. 
Contoh: 
Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang terlam­bat. 
Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang tajam. 
m) Kalimat majemuk hubungan atributif 
Kalimat majemuk in ditandai dengan konjungsi “yang”. 
Contoh: 
Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah. 
Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker. 
c. Kata Rujukan

Kata rujukan adalah kata yang merujuk pada kata lain yang telah digunakan sebe­lum­nya. Kata rujukan dibedakan menjadi dua: 
1) Rujukan secara langsung 
Dapat diketahui dengan adanya pengulangan kata yang telah digunakan sebelumnya. 
Contoh: Siswa menjaga kebersihan kelas masing-masing. Dengan kebersihan kelas yang terjaga, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih kondusif. 
2) Rujukan secara tidak langsung.
Rujukan secara tidak langsung dapat meng­gunakan kata ganti. Kata rujukan secara tidak langsung dibedakan menjadi: 
  • Rujukan benda atau hal, misalnya ini, itu, tersebut. 
  • Rujukan tempat misalnya disini, disitu, disana. 
  • Rujukan personilatau oranng, misalnya dia, ia, mereka dan kata ganti nya. 
d. Istilah Teknis 
Penggunaan istilah teknis menjadi bagian dari unsur bahasa dalam teks rekaman percobaan. Istilah teknis merupakan sejumlah kata yang memiliki arti khusus da­lam bidang tertentu yang digunakan sesuai konteks kalimat. 
Contoh: Alternatif artinya pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan. Con­toh penggunaan kalimat: Jalan alternatif menuju rumahku sedang diperbaiki. 
e. Kalimat Perintah 
Dalam teks rekaman percobaan dan teks prosedur kita temukan adanya kalimat perintah halus. Kalimat ini ditandai dengan adanya akhiran -kan dan -lah. 
Contoh: Siapkan bahan. Ambilah air secukupnya. 
Penggunaan kalimat perintah untuk menjelaskan langkah-langkah. 
f. Kata Bilangan 
Kata bilangan merupakan kata yang menyatakan jumlah. Kata bilangan dibedakan menjadi: 
1) Kata bilangan murni/utuh digunakan untuk menyatakan banyaknya jumlah. 
Contoh: satu, dua tiga, empat dst. 
2) Kata bilangan tingkatan digunakan untuk menyatakan urutan/tingkatan. 
Contoh: kesatu, kedua, ketiga, keempat dst. 
3) Kata bilangan kumpulan untuk menyatakan jumlah dalam kelompok (kumpul­an). 
Contoh: kesatu, kedua, ketiga, keempat dst. 
Kata bilangan tingkatan dan kata bilangan kumpulan dapat dibedakan dengan me­mahami kalimat berikut: 
  • Kansa duduk di kursi kedua dari depan saat mengerjakan try out. 
  • Mereka adalah kedua anak yang mendapatkan penghargaan dari Walikota Sura­karta. Hal yang membedakan antara kata bilangan tingkatan dan kumpulan adalah kata bilangan tingkat ditulis setelah kata benda sedangkan kata bilangan kumpulan ditulis sebelum kata benda.
Untuk Soal latihan Materi Teks Rekaman Percobaan, tampilan filenya seperti berikut: Jika Bapak/Ibu guru, orangtua, siswa-siswi ada yang ingin mendownload filenya, silakan download pada link berikut, ya….

Sekian Materi Teks Rekaman Percobaan, Terimakasih….
SUPPORT !!
Dukung Blog Cah Kutawaringin agar selalu update mengenai informasi menarik dan tips & trick dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel yang telah kalian baca,
Jangan Lupa Untuk Follow Halaman Facebook Mas Anggading Untuk mlihat Update terbarunya.Follow Sekarang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here